Senin, 02 Juli 2012

Kucing Kecilku


kalau ga salah tanggal 26 Juni 2012, ibuku menemukan anak kucing tergeletak di belakang rumah, diduga dia jatuh dari atas, karena induk dan saudara-saudaranya ada di atap rumah.
dia masih kecil, seperti baru saja dilahirkan, berwarna merah karena masih ada darah, dan kedua mata yang masih tertutup.
ibuk namakan dia "yatu" karena dia yatim piatu. dikarenakan sang induk sudah tidak mengenalinya lagi, padahal dia memang anaknya.
ibuk memberitahuku, namun aku masih di semarang dan posisiku saat itu aku sedang menghadapi ujian. aku sangat ingin pulang saat itu, aku senang dengan kucing, kucing terakhirku meninggal ketika aku SMA, kurang lebih 6 tahun dia tinggal bersama keluargaku.

tanggal 28 Juni 2012 aku bela-belain pulang ke rumah, padahal aku sudah janji kepada teman kosku kalau aku tidak akan pulang minggu ini.
aku pulang menembus macet sampai 2 jam, yang biasanya hanya 1 jam.
sampai di sana, ibuku sedang pergi dan akan pulang sore.
yatu yang kupanggila "athu" sedang tidur, lalu ku bikinin susu dan ku bangunkan dia.
kami main bersama, dia tidur di atas badanku, dan kita tidur bersama.
aku sadar tubuhnya dingin, ku balut dia dengan kaos panjangku. ibuk menelfonku dan kuceritakan tentang kondisi athu.
athu tidak selincah seperti yang dibicarakan ibuk.
aku sama sekai belum pernah memlihara bayi kucing sekecil ini, aku belum paham apa ynag mesti lakuin, yang bisa kuperbuat hanya menghangatkan tubuhnya.
sore hari dia tidak bergerak, kupikir dia tidur. aku sama sekali tidak bisa membedakan ketika dia tidur atau tidak. sama sekali tidak bisa kubedakan.
saat petang aku masih sempat menghangatkan tubuhnya dan memberinya susu namun, dia masih saja tidur.
saat ibuk pulang pukul 19.30. ibuk membangunkanku dan athu sudah tidak bergerak.
dia hanya mengucapkan kata-kata terakhir ketika dibangunkan oleh ibuk.
dia tertidur untuk selamanya :(
selamat jalan athu.. :')

memang, kurasa.. bayi kucing tidak akan bisa hidup tanpa induknya, dia harus selalu butuh kehangatan, dan yang bisa selalu menghangatkannya adalah induknya. dia butuh susu, di setiap dia membutuhkannya hanya induknya yang tahu kapan dia membutuhkannya.

8 komentar:

  1. Mbrangsong macetnya ngeri...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya pak, jadi males ke semarang, untung liburan :D

      Hapus
  2. kucing ki nek isih umur 0-3 bulan harus di rawat sama induknya..
    tapi kalo induknya ga ada, satu2nya jalan si kucing harus di kasih stidaknya air susu, bukan susu sapi biasa, tapi harus di proses dengan dicampuri bahan2 tertntu, agar sperti susu kucing, biasanya cara termudah yaitu susu sapi cair yg biasa di beli di indomaret di masukan botol jus jeruk yang belum dicuci, jadi masih ada sisa jus jeruknya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. alaaaah.. ngandani saiki -_-"
      tak kei susu dancow, nduwene o

      Hapus
    2. lemake akeh, ga kuat kucinge

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...